Saat Ini Sejarah Hanya Dianggap Beban Pelajaran

YOGYAKARTA, KOMPAS.com –  Abdul Syukur, dosen Jurusan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta menilai, sejarah saat ini hanya dipandang sebagai beban mata pelajaran saja. Padahal, para pendiri bangsa ini pernah memanfaatkan pelajaran sejarah, sebagai misi untuk memperkokoh identitas kebangsaan. 

“Sekarang, tampaknya pemerintah tidak cukup serius membentuk kurikulum sejarah. Dan pelajaran sejarah dianggap sesuatu yang terlepas dari problem kebangsaan. Sejarah dianggap jauh dari usaha mendamaikan orang. Sejarah dianggap tidak bisa menjaga integrasi bangsa,” ujar Abdul Syukur yang menghubungi Kompas di Jakarta, Kamis (14/1) malam, seusai menghadiri International Conference on Postcolonial Indonesia Indentity.

Konferensi yang dilaksanakan atas kerjasama Universitas Gajah Mada, Leiden Universiteit, Australian National University, dan Institut Sejarah Indonesia ini dilaksanakan di Yogyakarta hingga besok. 

“Bangsa ini tidak pernah mau belajar dari sejarah. Kalau mau arif, masalah bangsa yang muncul sekarang, sebagian bisa diselesaikan jika bangsa ini tahu sejarah bangsanya. Namun, saya bukan bermaksud mengatakan bahwa terlupakannya sejarah merupakan satu-satunya tersangka bagi merenggangnya perekat bangsa ini,” ujarnya. 

Menurut Abdul Syukur, tampaknya selalu ada pergulatan antara kepentingan pol itis dan akademis dalam proses mencari bentuk ideal pengajaran sejarah Indonesia. Dikatakan bentuk ideal, karena dapat memperkuat identitas nasional sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s